Prabowo Belajar dari Militer Australia: Disiplin Itu Tidak Perlu Teriak-teriak

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 11 Februari 2023 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto Kenang Pengalaman Belajar Disiplin di RMC. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto Kenang Pengalaman Belajar Disiplin di RMC. (Dok. Tim Media Prabowo Subianto)

INDONESIARAYA.CO.ID – Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto punya kenangan istimewa Australia, tepatnya di The Royal Military College (RMC) Duntroon, Australia, bahwa ia 49 tahun yang lalu berkesempatan belajar sebentar di sana.

Kenangan itu ia bagikan saat bertemu para mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di pelatihan perwira angkatan darat Australia, Kamis, 9 Februari 2023

“Ini (pendidikan) pasti membawa dampak yang baik pada negara kita.”

“Saudara-saudara akan kembali ke institusi masing-masing dan diharapkan melaksanakan tanggungjawab itu dengan suatu perbaikan,” ujarnya.

Ia pun memberi contoh pengalamannya belajar di RMC Duntroon.

“Tidak setahun atau dua tahun tetapi hanya 3 minggu, waktu itu kita taruna tingkat 4.”

“Kemudian banyak hal yang menarik yang saya tangkap dari minggu-minggu itu, salah satunya bagaimana cara mereka melaksanakan kegiatan dengan efisien, dengan disiplin pribadi,” kata Prabowo.

Contoh disiplin tersebut yaitu saat akan berangkat latihan.

Taruna-taruna di RMC Duntroon agak santai soal waktu karena efisien dengan disiplin pribadi.

“Jadi saat itu seluruh batalyon akan latihan di luar mau berangkat dengan 30 kendaraan dan disampaikan kita akan berangkat jam 1 siang.”

“Kita dari Indonesia, sudah bersiap dari jam 11 dengan ransel dan terus pantau ke lapangan, jam 11.30 lihat ke lapangan nggak ada apa-apa, jam 12.00 nggak ada juga,” kisahnya.

“Kita jadi bingung, ternyata kendaraan baru keluar jam 12.30 dan di kendaraan itu sudah ada nomor atau kode, dan saat itu baru taruna-taruna Australia keluar, mereka langsung menuju truk masing-masing.”

“Berarti Australian army is a smooth machine, quiet but smooth but on time. Jam 1 ya jam 1, efisien,” sambung Prabowo.

Ilmu disiplin tersebut pun Prabowo terapkan saat menjadi Komandan Batalyon 328.

“Dulu kita di TNI harus diteriaki agar disiplin, harus diawasi, harus dikejar, sering dihukum.”

“Disiplinnya yang dipaksa, but something here, namun hal ini tersebut bisa berubah ketika saya terapkan di Batalyon 328.”

“Waktu itu saya perintahkan ke perwira-perwira tiap kendaraan harus sudah dikasih kode, kompi A, pleton 1 pleton 2 pleton 3 dan seterusnya sampai kompi terakhir.”

“Saya minta seluruh batalyon 500 orang itu naik kendaraan tanpa suara, bisa atau tidak? Dicoba dilatih dan bisa dan itulah terjadi protap batalyon saya,” kata Prabowo.

Alhasil, batalyon yang ia pimpin saat itu menjadi disiplin tanpa harus diteriaki.

“Alhasil, batalyon yang saya pimpin pada saat itu batalyon yang paling disiplin tapi tidak teriak-teriak, tidak dikejar-kejar, tidak dimaki-maki, nah, ini yang saya kasih contoh manfaat yang saya terima setiap saya keluar negeri,” lanjut Prabowo.

Ia pun berharap apa yang dialami ini bisa diresapi oleh para mahasiswa Indonesia yang sekarang bersekolah di luar negeri.

“Dari pelajaran ini tentunya sebagai senior saya titip hendaknya saudara belajar dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggungjawab agar saudara dapat menarik manfaat dan harus bertekad kembali untuk berbakti dan mengabdi pada bangsa dan negaramu.”

“Diharapkan akan membawa suatu minimal transformasi dalam sikap bekerja, dalam cara bekerja, dalam pandangan tentang masyarakat dan organisasi,” tutup Prabowo.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Indonesiaraya.co.id, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Sandra Dewi Bungkam Usai Jadi Saksi Kasus Korupsi Timah, Diperiksa Kejaksaan Agung Lebih dari 10 Jam
Dalam Wawancara Al Jazeera, Prabowo Tegaskan Komitmen untuk Kesehjahteraan Masyarakat Adat di IKN
Kinerja Afriansyah Noor Diapresiasi oleh UMKM Nahdliyin
Hanya yang Kuat Sampai di Puncak, Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bicara Pentingnya Kesetiaan
Wamenaker RI Afriansyah Noor Dianugerahi Gelar Adat oleh LPA Lubuklinggau
Kasus Investasi Fiktif, KPK Tegaskan Direktur Utama Non Aktif PT Taspen Telah Resmi Berstatus Tersangka
Azis Syamsudin Mangkir, Sejumlah Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pemerasan di Rutan Cabang KPK
Kejagung Periksa 5 Saksi Baru, Termasuk Direktur CV Semar Jaya, Kasus Korupsi Tata Niaga PT Timah Tbk
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 16 Mei 2024 - 15:07 WIB

Sandra Dewi Bungkam Usai Jadi Saksi Kasus Korupsi Timah, Diperiksa Kejaksaan Agung Lebih dari 10 Jam

Senin, 13 Mei 2024 - 10:04 WIB

Dalam Wawancara Al Jazeera, Prabowo Tegaskan Komitmen untuk Kesehjahteraan Masyarakat Adat di IKN

Minggu, 12 Mei 2024 - 00:10 WIB

Kinerja Afriansyah Noor Diapresiasi oleh UMKM Nahdliyin

Jumat, 10 Mei 2024 - 20:31 WIB

Wamenaker RI Afriansyah Noor Dianugerahi Gelar Adat oleh LPA Lubuklinggau

Kamis, 9 Mei 2024 - 16:19 WIB

Kasus Investasi Fiktif, KPK Tegaskan Direktur Utama Non Aktif PT Taspen Telah Resmi Berstatus Tersangka

Kamis, 9 Mei 2024 - 14:56 WIB

Azis Syamsudin Mangkir, Sejumlah Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pemerasan di Rutan Cabang KPK

Selasa, 30 April 2024 - 11:26 WIB

Kejagung Periksa 5 Saksi Baru, Termasuk Direktur CV Semar Jaya, Kasus Korupsi Tata Niaga PT Timah Tbk

Senin, 29 April 2024 - 07:18 WIB

Hari Ketiga Pasca Gempa Garut, Sebanyak 267 Rumah Warga Beberapa Wilayah Terdampak Bencana

Berita Terbaru

NASIONAL

Kinerja Afriansyah Noor Diapresiasi oleh UMKM Nahdliyin

Minggu, 12 Mei 2024 - 00:10 WIB